SPM

STANDAR PELAYANAN MINIMAL
RS PKU  MUHAMMADIYAH TEMANGGUNG

Latar Belakang

Peraturan Pemerintah Republik Indonesia nomer 65 tahun 2005 tentang Pedoman Penyusunan dan Penerapan Standar Pelayanan Minimal bab I ayat 6 menyatakan bahwa Standar Pelayanan Minimal selanjutnya disingkat SPM adalah ketentuan tentang jenis dan mutu  pelayanan dasar yang merupakan urusan wajib daerah yang berhak diperoleh setiap warga Negara secara minimal.

Indikator SPM merupakan tolok ukur prestasi kuantitatif dan kualitatif yang digunakan untuk menggambarkan besaran sasaran yang hendak dipenuhi dalam pencapaian suatu SPM tertentu., berupa masukan, proses, hasil dan atau manfaat pelayanan.

Pelayanan dasar adalah jenis pelayanan  publik yang mendasar dan mutlak untuk memenuhi kebutuhan masyarakat dalam kehidupan social, ekonomi dan pemerintahan.

Terdapat panduan  dari Direktorat Jenderal Bina Pelayanan Medik Departemen Kesehatan RI yang diterbitkan pada tahun 2007  mengenai perencanaan, pelaksanaan dan pengendalian serta pengawasan dan pertanggungjawaban penyelenggaraan standar pelayanan minimal rumah sakit.

PENGERTIAN

1. Standar Pelayanan Minimal Rumah Sakit : Ketentuan tentang jenis dan mutu pelayanan dasar yang berhak diperoleh setiap warga masyarakat secara minimal di RS PKU Muhammadiyah Temanggung meliputi pelayanan kesehatan perorangan meliputi promotive, preventive, curative dan rehabilitative

2. Mutu Pelayanan

Kinerja yang menunjukkan pada tingkat kesempurnaan pelayanan kesehatan.

PRINSIP PENYUSUNAN dan PENETAPAN SPM

1. Konsensus, berdasarkan kesepakatan bersama berbagai komponen atau sektor terkait dari unsur-unsur kesehatan yang ada di RS PKU Muhammadiyah Temanggung.

Di RS PKU Muhammadiyah Temanggung penetapan SPM dilakukan dengan melakukan negosiasi-negosiasi  mengenai sejauh mana pelayanan minimal akan diterapkan. Negosiasi dilakukan oleh masing-masing menajer dengan manajer unit mutu dan direktur. Sedangkan masing-masing manajer melakukan negosiasi atau  koordinasi dan monitoring  dengan para asisten manajer dan stafnya.

2. Sederhana, SPM disusun dengan kalimat sederhana dan mudah dipahami.

SPM disusun dengan sederhana dengan mengedepankan pemahaman yang sama  terhadap kualitas yang akan dicapai.

 3. Nyata, SPM disusun dengan memperhatikan dimensi ruang, waktu, persyaratan atau prosedur teknis.

 SPM di RS PKU Muhammadiyah Temanggung disusun dengan memperhatikan ruang, waktu, persyaratan dan prosedur teknis  mengacu pada Standar Pelayanan Minimal yang ditentukan oleh dirjen Bina Yanmed.

4. Terukur, seluruh indikator dan standar di dalam SPM dapat diukur baik kualitatif maupun kuantitatif.

 Dilakukan  pengukuran indikator dan standar  baik kualitatif maupun kuantitatif. Awalnya dibuat baseline dengan memotret apa adanya kondisi yang ada. Selanjutnya bertahap dengan menyediakan data yang sebelumnya tidak ada. Hal ini dilakukan dengan kerja sama yang baik antara unit  terkait dengan unit mutu.

5. Terbuka, SPM dapat diakses oleh seluruh masyarakat.

Hasil akhir dari adanya penetapan SPM di RS PKU Muhmadiyah  adalah dapat dinikmatinya SPM tersebut oleh seluruh lapisan masyarakat. Masyarakat tahu dan mengerti jenis-jenis layanan yang dapat diperoleh di PKU.

 6. Terjangkau, SPM dapat dijangkau dengan menggunakan sumber daya dan sumber dana yang tersedia.

SPM dilihat dari beberapa standard dan indikator. Ada yang memang belum terpenuhi, namun sejauh RS PKU Muhammadiyah Temanggung memiliki kemampuan untuk menyediakan layanan dimaksud maka berusaha untuk dijangkau seoptimal mungkin.

Sumber daya dan dana yang ada dioptimalkan untuk dapat mempersembahkan SPM yang dapat dinikmati oleh masayarakat.

 7. Akuntabel, SPM dapat ditanggunggugatkan kepada publik.

 Adanya Standar Pelayanan Minimal di RS PKU berusaha disusun dengan menetapi kaidah-kaidah professional masing-masing layanan sehingga diharapkan tidak sampai mendapat permasalahan dengan publik. Salah satu cara mengatasi kemungkinana bermasalah dengan publik adalah dengan secara berkala mengukur input, proses dan kemudian berusaha mendapatkan masukan-masukan yang baik dari pelanggan atau publik.

8. Bertahap, SPM mengikuti perkembangan kebutuhan dan kemampuan keuangan, kelembagaan dan personil dalam pencapaian SPM.

Di RS PKU Muhammadiyah, penetapan SPM  mendekati  standar nasional adalah menerapkannya secara bertahap. Dengan bertahap dan selalu memperbaiki diri ini kelak akan didapatkan kualitas yang membaik secara berkelanjutan bahkan mungkin  Standar Pelayanan Minimal di RS PKU Muhammadiyah Temanggung melebihi standar Nasional.

BAB II

STANDAR PELAYANAN MINIMAL

INDIKATOR DAN STANDAR

  1. Jenis Pelayanan RS PKU Muhammadiyah Temanggung

RS PKU Muhammadiyah Temanggung memberikan pelayanan-pelayanan sebagai berikut :

  1. Pelayanan Gawat Darurat
  2. Pelayanan Rawat Jalan
  3. Pelayanan Rawat Inap
  4. Pelayanan Bedah
  5. Pelayanan Persalinan dan Perinatologi
  6. Pelayanan Intensif
  7. Pelayanan Radiologi
  8. Laboratorium Patologi Klinik
  9. Rehabilitasi Medik
  10. Pelayanan Farmasi
  11. Pelayanan Gizi
  12. Pelayanan Transfusi Darah
  13. Pelayanan Keluarga Miskin
  14. Pelayanan Rekam medik
  15. Pengelolaan Limbah
  16. Pelayanan Adiministrasi manajemen
  17. Pelayanan Ambulan/kereta jenazah
  18. Pelayanan Pemulasaraan Jenazah
  19. Pelayanan Laundry
  20. Pelayanan Pemeliharaan Sarana Rumah Sakit
  21. Pencegah Pengendalian Infeksi.

Di RS PKU Muhammadiyah Temanggung semua jenis pelayanan yang dimaksudkan di atas telah tersedia. Mengenai pengukuran mutu atau kinerja layanan masih terus dilakukan pengukuran sesuai prinsip penyusunan SPM, yaitu : Konsensus, Sederhana, Nyata, Terukur, Terbuka, Terjangkau, Akuntabel,  Bertahap.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *