Blogs

PENYAKIT JANTUNG KORONER (PJK) GEJALA, PENYEBAB DAN PERTOLONGAN PERTAMA

Penyakit Jantung Koroner (PJK) adalah ganguan fungsi jantung akibat otot jantung kekurangan darah karena penyumbatan atau penyempitan pada pembuluh darah coroner akibat kerusakan lapisan dinding pembuluh darah (Aterosklerosis)

Ada beberapa faktor resiko penyebab penyakit  jantung koroner antara lain :

Risiko yang tidak dapat diubah

  1. Umur
  2. Jenis kelamin
  3. Ras/Keturunan

Risiko yang dapat diubah

  1. Merokok
  2. Dislipidemia
  3. Hipertensi
  4. Diabetes Melitus
  5. Kurang Aktivitas Fisik
  6. Berat Badan Lebih & Obesitas
  7. Diet yang tidak sehat
  8. Stres
  9. Konsumsi Alkohol Berlebihan

Tanda dan Gejala khas penyakit Jantung Koroner  adalah adanya rasa tidak nyaman di dada atau nyeri dada (angina) yang berlangsung selama lebih dari 20 menit saat istirahat atau saat aktivitas yang disertai gejala keringat dingin atau gejala lainnya seperti lemah, rasa mual, dan pusing.

Penyebab utama terjadinya serangan jantung adalah tersumbatnya pembuluh darah yang mensuplai makanan ke otot jantung yang dikenal dengan nama pembuluh darah coroner, sumbatan ini bisa macam-macam, seperti plak, Sobekan dinding jantung, Tumpukan lemak (kolesterol), kekurangan darah. Dll

Pertolongan pertama pada penyakit jantung koroner

Posisi setengah duduk dengan bantal tinggi (tubuh bagian atas lebih tinggi 20-3- derajat), untuk persiapan segera membawa ke instalasi Gawat darurat RS terdekat

Hindari penderita dari gerakan mendadak dan aktivitas apapun seperti berbicara banyak, mengejan (mengedan)

Jika penderita mengeluh nyeri yang hebat dapat dibantu menguranginya dengan pemberian obat-obatan golongan nitrat (seperti isosorbid dinitrat, cedocard, nitrat atau farsobid diberikan dibawah lidah, dapat diberikan beberapa kali hingga penderita mendapat pertolongan di RS.

Beberapa anjuran bahwa saat mengeluh serangan jantung  harus batuk-batuk adalah mitos yang harus dihindari. Respon batuk hanya disarankan oleh ahli jantung saat terlihat laju jantung yang sangat melambat di monitor rekaman jantung. Hal ini tidak mungkin dilihat pada pasien yang tidak terpasang alat monitor jantung.

Seranga jantung stemi merupakan indikasi mutlak untuk dilakukan reperfusi (dengan obat atau kateterisasi)

Sumber : Promosi Kesehatan KEMENKES RI

Leave a Comment