Blogs

Mengenal Lebih Jauh Gejala PCOS Pada Wanita

Sindrom polikistik ovarium atau polycystic ovarian syndrome (PCOS) adalah gangguan hormone yang terjadi pada wanita diusia subur. PCOS ditandai dengan gangguan menstruasi dan kadar hormone maskulin (hormone androgen) yang berlebihan.

Hormone androgen yang berlebihan pada penderita PCOS dapat mengakibatkan ovarium atau indung telur memproduksi banyak kantong kantong berisi cairan. Kondisi ini menyebabkan sel sel telur tidak berkembang dengan sempurna dan gagal dilepaskan secara teratur. Polycystic ovarian syndrome juga dapat menyebabkan penderitanya tidak subur (mandul), dan lebih rentan terkena diabetes dan tekanan darah tinggi.

Gejala polycystic ovarian syndrome (PCOS)

Gejala sindrom ovarium polikistik bisa timbul ketika wanita mengalami haid pertama kali dimasa pubertas. Meski gejala PCOS seing muncul saat remaja, ada juga penderita PCOS yang baru mengalami gejalanya setelah dewasa atau saat period tertentu misalnya saat berat badanya naik secara signifikan. Gejalanya yaitu :

  1. Gangguan menstruasi ditandai dengan periode menstruasi yang tidak teratur atau berkepanjangan. Contohnya penderita PCOS hanya akan mengalami haid kurang dari 8-9 kali dalam 1 tahun.
  2. Gejala akibat kadar hormon androgen yang meningkat dapat menyebabkan munculnya gejala fisik seperti muncul jerawat yang parah dan kebotakan.
  3. Kista ovarium yang banyak, bisa ditemukan kantong kantong kista di sekitar sel telur
  4. Warna kulit menjadi gelap terutama di area lipatan

Pencegahan polycystic ovarian syndrome (PCOS)

PCOS sulit dicegah, tetapi dengan menjaga berat badan ideal, gejala dan risiko komplikasinya dapat dikurangi. Berikut adalah cara yang dapta dilakukan untuk menjaga berat badan ideal yaitu:

  1. Batasi konsumsi makanan manis
  2. Perbanyak konsumsi serat
  3. Olahraga secara teratur

Tanda dan gejala PCOS seringkali bervariasi bagi setiap orang. Jika merasakan salah satu keluhan, pastikan untuk segera memeriksakan diri ke dokter RS PKU Muhammadiyah Temanggung agar segera tertangani.

Sumber : kemenkes RI

Komentar