Alamat / Address
Jl. Raya Kedu Km. 02 Kalisat, Bulu, Temanggung
Sabtu, 20 Juli 2024
08:00 - 16:00 WIB
Darurat / UGD

Mitos Dan Fakta Penyakit Lupus

Kesehatan 0 kementar

Apa yang pertama kali dipikirkan ketika mendengar kata lupus?banyak sekali simpang siur yang beredar dimasyarakat mengenai lupus. Banyak dari kita yang mendengar bahwa lupus adalah penyakit kutukan dan menular sehingga banyak penderita lupus yang dijauhi oleh masyarakat.

Apakah itu lupus? Seperti apa gejalanya?
Lupus atau biasa dikenal Systemic Lupus Erythematosus merupakann penyakit reumatik autoimun yang menyerang berbagai macam organ dan memiliki berbagai macam gejala. Penyakit ini disebabkan oleh kesalahan system imun dalam mengenali sel tubuh yang dianggap sebagai musuh. Gejala penyakit lupus sering ditemui adalah nyeri sendi yang tidak kunjung sembuh, ada ruam merah berbentuk kupu kupu wajah, sariawan yang tidak kunjung sembuh namun tidak nyeri, hingga kejang.
Mitos dan fakta penyakit lupus

Mitos Fakta
1. mitos : Lupus adalah penyakit kutukan dan penyakit menular
fakta : Penyakit kutukan (kudis dan kusta). Terjadinya lupus memerlukan kombinasi dari factor keturunan, factor lingkungan, dan factor hormon

2. mitos : Penderita lupus tidak mungkin hamil
fakta : Pasien lupus bisa hamil dan diperbolehkan untuk hamil. Bisa merencanakan setelah minimal 6 bulan berada pada fase remisi atau terkontrolnya penyakit
lupus

3. mitos : ANA test positif pasti lupus
fakta : Pemeriksaan ANA test merupakan pemeriksaan yang banyak dikaitkan dan terkenal digunakan untuk penyakit autoimun. Hasil ini tidak selalumenyatakan
seseorang memiliki penyakit lupus

4. mitos : Lupus dapat disembuhkan
fakta : Pengobatan penyakit lupus diharapkan gejala lupus menjadi membaik, kerusakan organ dapat dicegah, dan kualitas hidup pasien menjadi lebih baik.

Selain penggunaan obat obatan, pasien lupus harus dijelaskan mengenai lupus dan organ yang terlibat pada pasien, pola hidup sehat seperti aktivitas fisik dan olahraga dan nutrisi, edukasi terkait kesehatan perempuan, hal – hal yang harus dihindari, pemantauan ke dokter, dan mengenali gejala-gejala kekambuhan.

Sumber : kemenkes RI

0 kementar

Jawab

POLIKLINIK
DOKTER JAGA
DARURAT
STATISTIK
TESTIMONI