Blog

Menjadi Lansia Sehat Di Era Pandemi Covid-19

dr. Fatnan Setyo H., Sp. PD (Dokter Spesialis Penyakit Dalam RSMT)

               Menua atau aging sangat identik dengan suatu frasa kata “kehilangan”. Pertanyaanya, apa yang hilang? Kita tahu, mulai dari hilangnya pekerjaan dan jabatan selepas masa pensiun, anak yang sudah mandiri dan pisah rumah, dan juga berkurangnya kemandirian untuk melakukan kegiatan tanpa harus mengandalkan bantuan orang lain. Yang secara langsung maupun tidak langsung mempengaruhi aspek psiko-socio-medis lansia. Dan hal tersebut hanya sebagian contoh yang akan berubah setelah seseorang memasuki usia 60 tahun ke atas.

               Apakah kita bisa menghentikan perubahan itu? Jawabannya tidak. Karena yang selalu pasti di dunia ini adalah perubahan itu sendiri. Yang bisa kita lakukan adalah menerima perubahan dan menyiapkan masa pensiun atau masa tua kita dengan mindset yang positif.

               Pertanyaan selanjutnya adalah, Apakah jika saat ini kita sudah berusia 60 tahun lebih sudah terlambat untuk memulainya? maka jawabannya adalah tidak ada kata terlambat untuk memulai suatu perubahan yang positif.

               Mengapa harus demikian? Saat pikiran kita cenderung negatif dan memikirkan seberapa banyak kita kehilangan sesuatu di usia 60 tahun ke atas, hal ini akan benar menjadi beban dan secara tidak langsung memengaruhi kesehatan fisik dan mental kita.

               Sebaliknya, jika kita mempunyai mindset atau pola pikir yang positif, bersiap untuk berdamai dengan proses penuaan, kita cenderung akan memikirkan hal-hal positif untuk mengisi hari tua selepas pensiun. Dan akan menjadi lansia yang bahagia, tenang dan sehat. Pilih mana? Pasti yang ke arah positif.

               Pada tulisan ini saya mengupas sedikit tips agar kita semua dapat menua dengan bahagia dan sehat. Ataupun jika saat ini sedang mendampingi lansia di rumahnya dapat menerapkan untuk kehidupan sehari-hari beliau. Apalagi di era pandemi covid-19 saat ini, pastilah harus sangat berhati-hati karena populasi lansia merupakan populasi dengan resiko paling tinggi/rentan jika terinfeksi akan jatuh dalam kondisi yang berat.

1. Mengatur pola makan / diet sehat

               Tidak jarang, memasuki usia lanjut sebagian orang cenderung mengalami gigi tanggal (copot), nafsu makan yang mulai menurun menurun, dan maupun indera pengecap sudah tidak sensitif sehingga selera makan pun juga ikut menurun yang terkadang suka pilih-pilih makanan. Karena hal ini merupakan bagian dari penurunan kondisi tubuh yaitu satu gejala yang alamiah di dirasakan pada usia dekade ke-6. Akibatnya, berat badan cenderung berangsur turun, gampang sakit dan tubuh gampang lelah.

               Sehingga berkaitan hal ini, kuncinya adalah menngkatkan konsumsi makanan tinggi protein seperti telur, daging, dan susu. Protein penting untuk mempertahankan massa otot, menjaga daya tahan tubuh dan mencegah pikun pada lansia. Selain protein, konsumsi kalsium juga sangat penting untuk menjaga kepadatan tulang dan mencegah patah tulang. Jika diperlukan dapat diimbangi dengan konsumsi suplemen vitamin atau mineral.

               Untuk asupan kalsium apabila tidak mendapatkan dari susu yang tinggi kalsium/atau terjadi alergi susu yang biasa merasakan begah atau penuh di perut, dapat mengkonsumsi makanan atau buah-buahan yang tinggi kalsium, transistor hal ini sangat direkomendasikan oleh dokter. Diantaranya : bayam, kacang kedelai, jeruk, alpukat, ikan salmon, sarden, oatmeal, Susu Kedelai, ikan teri.

               Selain mengkonsumsi kalsium juga harus disertai dengan berjemur di bawah sinar matahari setiap hari selama kurang lebih 20 menit mulai jam 8 – 10 pagi, karena saat itu adalah cukup tinggi kadar vitamin D nya yang berfungsi mengikat kalsium di tubuh. Agar metabolisme kalsium di tubuh menjadi optimal. Karena kalsium dan vitamin D akan berikatan di tubuh.

2. Sering melakukan Aktivitas di Luar Ruangan

               Hal ini sangat penting karena lansia sebaiknya jangan di kamar atau rumah saja tetapi harus berada di luar ruangan/rumah, sekalipun dalam keadaan sakit yang berada di tempat tidur sebaiknya tetap memberikan porsi setiap harinya di luar ruangan.

               Manfaat melakukan ativitas di luar ruangan salah satunya adalah meredakan stres dan penat. Selain itu, dengan beraktivitas di luar ruangan, kita akan mendapat udara yang lebih segar dan oksigen yang cukup. Tidak harus melakukan olahraga dengan instensitas tinggi, berjalan selama 30 menit di luar ruangan atau bercengkerama dengan tetangga cukup membuat kita merasa rileks dan meredakan stres.

3. Menjaga Silaturahmi dengan sekitar

               Silaturahmi dapat memperpanjang usia apalagi dengan teman lama, dan itu memang sudah banyak yang membuktikan bahwa kita akan merasa awet muda seolah-olah kejadian itu adalah kemarin sore atau baru-baru saja kita melepas memori tersebut. Hal ini sangat bagus sekali untuk lansia bertemu dengan temannya semasa kecil ataupun semasa muda dulu, untuk itulah sangat penting sekali komunitas lansia harus selalu dibina.

               Karena selepas pensiun dari bekerja, instensitas seseorang bertemu dengan teman sebayanya cenderung akan berkurang. Sebagian sudah mempunyai kesibukkan baru dan sebagian lagi tidak akan sering-sering bepergian seperti saat masih bekerja. Hal ini bisa disiasti dengan mengikuti kegiatan-kegiatan pengajian, komunitas hobi, reuni, maupun acara khusus silaturahmi setahun sekali sekadar untuk melepas kangen dan bertukar kabar. Tentunya, sebagai pengingat juga bahwa setiap orang tidak menua sendiri. Hal ini ternyata dapat sebagai supporting system untuk meningkatkan semangat dan gairah hidup.

4. Sebaiknya berusaha mencari Support System Baru

               Berpisah dari teman dan anak saat seseorang memasuki lansia merupakan hal yang wajar dan sering dialami oleh banyak orang. Anak yang sudah berumah tangga biasanya memilih untuk tinggal mandiri bersama keluarga kecilnya. Hal ini sebenarnya merupakan kesempatan untuk lansia bisa menjalankan hobi yang mungkin belum sempat dilakukan saat masih bekerja. Kita bisa mulai dari bergabung dengan komunitas sesuai hobi, komunitas jalan sehat, komunitas sepeda, dan komunitas memasak, berkebun, komunitas senam sehat. Tentunya, dapat disesuaikan dengan hobi masing-masing.

5. Mempelajari Keterampilan Baru

               Tuntutlah ilmu mulai dari buaian hingga liang lahat, memang berdasarkan beberapa sumber itu bukanlah hadits, tetapi dapat kita ambil makna bahwa sejauh kita masih bernafas kita harus selalu belajar menuntut ilmu dan mempelajari keterampilan baru. Misalnya berternak, bercocok tanam, berkebun, jual beli, memasak, dll

               Bahkan kebanyakan orang sukses setelah berusia tua, sebagai  contoh : sam walton (wallmart / pengusaha toko ritel terbesar di US), stan lee (marvel / francise superhero terbesar), henri ford (pendiri merk mobil ford), ray kroc (McDonald), adolf dassler (adidas), john pamberton (coca-cola), soichiro honda (honda), colonel sanders (KFC),dll mungkin nanti kita semua adalah salah satunya.

               Sehingga, menurut saya tidak ada kata terlambat untuk berkarya atau mempelajari keterampilan yang kita belum bisa. Karena faktanya, semakin seseorang mempelajari sesuatu yang baru sel-sel otak kita akan bertambah semakin banyak dan daya ingat kita cenderung meningkat. Ketrampilan seperti bahasa asing misalnya bisa dipelajari melalui lembaga-lembaga kursus maupun dengan cara mendatangkan instruktur di komunitas atau paguyuban di dekat tempat tinggal. Selain berfungsi sebagai pengisi waktu, mempelajari keterampilan baru bisa menjadi peluang seseorang membuka usaha atau berwiraswasta saat lansia.

6. Mempertahankan Daya Ingat

               Sudah lama diketahui bahwa semakin tua maka daya ingat akan semakin menurun hal ini memang berkaitan dengan metabolisme tubuh yang sudah mulai menurun maupun kapasitas saraf yang sudah mulai menurun di otak.

               Sehingga selain konsumsi makan bernutrisi dan protein yang cukup, kita bisa menjaga daya ingat agar tetap tajam dengan sering-sering membaca. Majalah, Koran, buletin, maupun buku bisa menjadi alternatif untuk yang suka membaca. Tentunya, konten bacaan dapat disesuaikan dengan minat atau hobi sehari-hari. Alternatif lain untuk menjaga daya ingat adalah dengan bermain games ringan

               Saat ini banyak tersedia games untuk mengasah keterampilan otak di smartphone termasuk permainan teka-teki silang. Kita dudul dudul HP tapi sambil mengasah daya ingat. Hal ini bermanfaat untuk menstimulasi otak agar berproses mengingat atau menggali memori yang sudah pernah disimpan sebelumnya sehingga dapat membuat daya ingat meningkat.

7. Meningkatkan Iman dan Taqwa

               Meningkatkan iman dan bertaqwa kepada Tuhan dapat membuat kita terhindar dari stres dan melatih perilaku positif. Sholat tahajjud, puasa senin kamis, dawud, sunnah lain, sedekah, dll.

Dan berdasar penelitian, risiko gangguan mental seperti depresi juga akan berkurang. Sehingga hal ini akan berdampak dengan meningkatnya daya tahan tubuh, dan perilaku sosial yg lebih tenang.

8. Kontrol rutin / medical check up

               Jika seseorang lansia masih merasa sehat,kondisi fisik bagus, maka sebaiknya  melakukan pengecekan tubuh (medical check-up) ke dokter umum atau spesialis penyakit dalam terdekat. Alhamdulillah di *PKU Temanggung* sudah lengkap sekali pemeriksaannya  Pasalnya beberapa penyakit degeneratif memang tidak terasa gejalanya, contohnya adalah darah tinggi, diabetes, rematik, atau gangguan liver. Namun, jika penyakit tersebut sudah masuk ke dalam kategori Pre-Frail (setengah bergantung pada orang lain) atau Frail (ketergantungan total), maka harus dirawat dengan baik dan selalu melakukan kontrol kesehatan. Agar tidak semakin memberat.

               Sebagai tambahan, di era covid-19 untuk saat ini ada beberapa hal lain yang direkomendasikan pada lansia selain beberapa hal di atas yang tidak kalah pentingnya juga :

1. Selalu memakai masker apabila terpaksa harus keluar rumah

2. Hindari berkerumun, yang sebaiknya mengikuti anjuran MUI untuk salat di rumah karena lansia rentan tertular.

3. Selalu rajin mencuci tangan dengan sabun dan air mengalir setiap kali selesai beraktivitas atau memegang suatu benda, dan hindari menyentuh hidung mulut ataupun mata sebelum mencuci tangan.

4. Selalu tersedia buah-buahan yang mengandung vitamin C dan B kompleks di rumah saat berbuka maupun sahur, misalnya pepaya, jeruk, apel, buah naga, pisang, melon, mangga, semangka, dll. karena vitamin C dan B kompleks akan meningkatkan daya tahan tubuh.

5. Selalu rutin konsultasi ke dokter apabila mengalami gejala tidak nyaman di tubuhnya untuk dilakukan pemeriksaan lanjutan agar dapat terdeteksi lebih dini dan tidak berlarut-larut.

(FHW.072020)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *